Terapi Okupasi | TERAPI WICARA | Terapi Auditori | Konsultasi Psikologi | Pelatihan | Profil Terapis

 

Terapi Wicara dan Komunikasi
Terapi wicara diberikan kepada mereka yang mengalami gangguan komunikasi termasuk didalamnya adalah gangguan berbahasa, bicara, dan gangguan menelan. Pelayanan terapi wicara ini dilakukan oleh tenaga profesional yang memiliki keahlian khusus dan diakui secara nasional serta telah mendapatkan ijin prakterk dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Jenis-jenis Kelainan / Gangguan yang Memerlukan Pelayanan Terapi Wicara dan Komunikasi
- Gangguan Artikulasi
Merupakan gangguan yang diakubatkan oleh ketidaktepatan produksi bunyi ujaran baik vokal maupun konsonan dengan dampak adanya ketidakjelasn dalam mengujarkan bunyi konsonan pada kata, atau kalimat secara spontan. Gangguan ini berhubungan erat dengan kondisi fisik organ artikulasi (lidah, bibir, rahang, langit-langit) yang berfungsi untuk meniup, menghisap dan menelan.

- Gangguan Berbahasa
Merupakan ketidakmampuan anak dalam menggunakan simbol-simbol linguistik untuk berkomunikasi baik secara reseptif (pemahaman) maupun secara ekspresif (pengujaran) dalam suatu siklus komunikasi.

- Gangguan Bersuara
Merupakan gangguan berkomunikasi yang diakibatkan adanya ketidakmampuan memproduksi suara (fonasi) secara akurat oleh pita suara sehingga suara yang dihasilkan mengganggu komunikasi sehari-hair, baik dari sisi nada, kenyaringan maupun kualitas suara.

- Gangguan irama kelancaran
Merupakan gangguan berkomunikasi diakibatkan adanya perpanjangan atau pengulangan dalam memproduksi bunti bicara atau terjadinya 'blocking' dalam kelancaran berbicara. Gangguan tersebut ada pada kasus gagap pada anak-anak maupun dewasa.

- Gangguan Menelan
Merupakan ketidakmampuan anak dalam melakukan gerakan menelan yang terbagi atas 3 fase: Oral - Pharyngcal - Esophageal. Gangguan ini dapat terlihat dari ketidakmampuan dalam menerima berbagai jenis makanan yang sesuai dengan usianya (picky eater) ketidakmampuan dalam mengunyah serta menelan.

Terapi Oral-Sensori Motor (OSM)

Terapi Oral Sensori Motor adalah terapi untuk melatih ketepatan, kecepatan, dan keterampilan motorik otot-otoy didalam mulit (rahang, bibir, dan lidah) serta berbagai macam indera (penglihatan, pendengaran, taktil kinestetik, vestibular dan proprioseptik) yang berguna pada proses makan dan bicara. Terapi ini terdiri atas rangkaian latihan spesifik dengan menggunakan alat khusus berstandart internasiaonal dan memiliki aturan tertentu dalam penggunaannya.

Terapi Oral-Sensori Motor diperuntukkan bagi anak-anak maupun dewasa pada kasus Autisma. Sensory Integration disorder, ADHD/ADD, Cerebral Palsy, Down Syndrome, Eating Disorder, Tuna Rungu, Gangguan bicara pasca stroke, dan lain-lain.


Pelayanan Terapi Wicara dan Komunikasi

- Konsultasi
- Pemeriksaan awal (Assesment)
- Penetapan program terapi
- Pelaksanaan program terapi (Individu maupun kelompok)
- Evaluasi program terapi (satu ataupun beberapa program yang terintegrasi)
- Rujukan ke ahli lain (bila diperlukan)
- Pelatihan dan seminar